Pengalamanku Di BPM
  
 Ini adalah praktek saya yang ke-2 setelah praktek di rumah sakit.  Saya dapat praktek di RB Bidan Li. Itu tempatnya didaerah N.  Cukup jauh sih dari rumah, tetapi tak sejauh teman dekatku Resti, dia dapat tempat prakteknya di C.
 Hari pertama di BPM itu dimulai dari perkenalan satu dengan yang lain, bertemu bidan BPM.  Melihat-lihat sekeliling BPM, penjelasan tempat barang-barang alkes. Waktu itu bidannya tidak ada di BPM. Bidan L sedang tugas di puskesmas. Dia adalah seorang kepala puskesmas. Waw,,, hebat!!. Karena bidannya tidak ada, saya memulai prakteknya besok hari.
 Hari pertama praktek, datanglah seorang ibu hamil yang ingin diperiksa kehamilannya. Itu adalah pertama kali saya melayani ibu hamil. Untuk awal, saya hanya dapat melihatnya saja, lalu saya diajarkan palpasi untuk melakukan leopold. Saya masih ragu, namun saya memberanikan diri demi target yang ingin dipenuhi. 
 Hari demi hari saya jalani hingga tak terasa sudah seminggu saya disini. Target belum ada yang dibuat. Maka dari itu saya mengerjakannya pada malam hari ketika waktu luang. Saya bergadang untuk menulis target. Wahh capeknya, baru segini menulis tetapi rasanya nih tangan mulai keriting. Tapi tak apa. 
 Selama praktek disini. Banyak kejadian yang terjadi, mulai dari periksa ibu hamil, menguap anak yang ISPA, suntik KB, pengobatan pasien kecelakaan, pengobatan pasien KDRT. Namun, sayangnya saya hanya dapat pandang jauh saja. Tidak diperbolehkan untuk tindakan, terutama dalam hal suntik pasien. Apalagi di BPM tersebut tidak ada ibu bersalinnya. Sungguh disayangkan. Target belum terpenuhi. Yh, memang itu sudah menjadi resiko kita dalam praktek di BPM. Kita tidak bisa memprediksikan datangnya ibu bersalin.
 Itulah keluh kesah saya praktek diBPM C. Selain itu, terdapat keluhan pada kakak yang kerja disana. Sungguh tidak asyik, ternyata tidak semuanya yang baik bisa dibilang baik. Ini adalah contohnya si kakak itu keliahatan belangnya ketika sudah lama kenal. Dia tidak sebaik yang saya kira. Tidak jujur, itulah dia. Apalagi disana saya tidak dapat mengerjakan tugas walaupun RB sudah tutup. Setiap sedang bikin tugas selalu kena marah. Entah apa yang salah dan dimana salahnya. Apalagi dia suka memanfaatkan orang lain. Saya cukup tau aja dengan semua itu.
 Semua telah berlalu, ini adalah hari terakhir saya di BPM tersebut. Sebelum berpisah, saya memberikan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih.
Setelah berpisah, saya mencari RB/BPM lain untuk magang. Dan alhamdulillah saya dapat. Disana tempatnya sangat ramai. Semoga saya betah disini.
 Tidak pandang bulu, setelah usai PK1 saya langsung magang Di BPM/RB lain. Untuk mencapai target yang kurang tersebut. Semoga di RB/BPM yang selanjutnya saya dapat menyelesaikan target. Amin

Terima Kasih

Comments

Popular posts from this blog

tinjauan kasus komprehensif pada Ny. S