tinjauan kasus komprehensif pada Ny. S



  3.1  Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan
     3.1.1            Kunjungan ANC ke-1
Tanggal : 16 November 2016                                 Pukul : 10.00 WIB
Identitas
Nama ibu                 : Ny. S             Nama suami                 : Tn. T
Umur                       : 21 tahun         Umur                            : 25 tahun
Suku kebangsaan     : Sunda Suku kebangsaan          : Sunda
Agama                     : Islam              Agama                         : Islam
Pendidikan               : SD                 Pendidikan                   : SD
Pekerjaan                : IRT                Pekerjaan                     : Wiraswasta
Alamat                     : Pondok Gedong Rt 002/002 Kec. Pakuhaji

Subjektif
Tanggal : 16 November 2016                                   Pukul : 10.05 WIB
Ny.S mengatakan ini adalah kunjungan rutin, mengeluh nyeri perut bagian bawah. Ibu mengaku ini kehamilan kedua, pernah melahirkan, tidak pernah keguguran. Riwayat menstruasi: usia menarche: ± 12 tahun, teratur, siklus: 28 hari, lama: 7 hari, jumlah: 3 kali ganti pembalut perhari. HPHT: 01 April 2016 (lupa). TP: 08 Januari 2017. Tidak ada disminorhea. Status perkawinan: sah, pada usia 14 tahun dengan suami 18 tahun, lamanya 7 tahun. Bahasa Indonesia yang digunakan setiap hari, tetapi terkadang bahasa sunda. Ibu tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi alkohol, obat-obatan/jamu kecuali obat yang diberikan oleh bidan.. Keluarga dan suami mendukung kehamilan ini. Ibu menginginkan bersalin di Puskesmas Pakuhaji karena ada jaminan Kartu Jamkesmas. Kunjungan kehamilan: pada trimester 1 sebanyak 2 kali di puskesmas, keluhan mual dan pusing, terapi yang diberikan kalk dan asam folat; pada trimester dua sebanyak 2 kali di puskesmas, keluhan yaitu pegal-pegal, diberikan terapi kalk dan hufa; pada trimester tiga sebanyak 2 kali di puskesmas, keluhan mules-mules, diberikan terapi kalk, asam folat, fer-plex. Imunisasi tetanus toxoid (TT): TT1 pada usia kehamilan 6 minggu tanggal 13 Mei 2016, TT2 pada usia kehamilan 9 minggu 6 hari tanggal 09 Juni 2016. Riwayat kontrasepsi yang ibu gunakan adalah suntik KB 3 bulan selama 6 tahun setelah melahirkan. Pergerakan janin pertama kali: 24 minggu. Gerakannya aktif. Riwayat persalinan lalu: perempuan dengan berat badan 2900 gram lahir normal dipuskesmas penolong bidan dengan usia kehamilan ±9 bulan sekarang usianya jalan 7 tahun. Ibu mengatakan ibunya tidak mempunyai riwayat penyakit seperti jantung, ginjal, asma/ TB paru, hepatitis, epilepsi, hipertensi. Ibu mengaku tidak mempunyai riwayat penyakit seperti hipertensi, DM, jantung, dll. Ibu tidak mempunyai riwayat penyakit menular seksual (PMS). Ibu mengatakan tidak pernah operasi. Ibu tidak memiliki riwayat alergi obat maupun makanan.  Kegiatan sehari-hari ibu yaitu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mencuci, memasak, mengasuh anak, dll. Hubungan seks selama kehamilan 1 kali dalam sebulan. Pola kebutuhan nutrisi seperti makan: 3 kali sehari dengan nasi, sayuran, lauk-pauk, tidak ada masalah (pica). Tidak ada pantangan makan selama hamil. Pola istirahat pada siang hari tidur ± 1 jam, pada malam hari tidur ± 9 jam.  Pola eliminasi: BAK ± 5-6 kali sehari, BAB 1 kali sehari. Pemeriksaan penunjang: ibu pernah melakukan USG pada tanggal 22 Oktober 2016 dengan hasil usia kehamilan ± 8 bulan dan TP: Desember 2016 (lupa).

Objektif
Tanggal : 16 Oktober 2016                          Pukul : 10.20 WIB
       Keadaan umum: baik, kesadaran: compos mentis, keadaan emosional: stabil. Tanda-tanda vital: tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 84x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 36,2ºC. Berat badan sebelum hamil 45 kg, berat badan sekarang 53 kg. Tinggi badan: 149 cm. LILA: 27 cm. Kepala: kotor, rambut hitam dan tidak rontok. Muka: tidak ada oedema, tidak ada cloasma. Mata: simetris, konjungtiva tidak tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Telinga: sebelah kanan dan kiri bersih, tidak ada pengeluaran cairan. Hidung: tidak ada polip. Mulut: bersih, lembab, warna kemerahan, tidak ada pembengkakan pada gusi, tidak ada karies pada gigi, dan tidak ada sariawan. Leher: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening.
       Payudara: simetris, mengalami pembesaran karena kehamilan, tidak ada benjolan, hyperpigmentasi pada areola, putting susu menonjol, belum ada pengeluaran ASI. Abdomen: tidak ada bekas luka, terdapat striae gravidarum, terdapat linea nigra, terdapat gerakan janin, terdapat nyeri perut bagian bawah. TFU 26 cm. TBJ: (26-12) x 155= 2170 gram. Leopold I: pada bagian fundus ibu teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting (bokong). Leopold II: bagian kiri dinding perut ibu teraba bagian terkecil janin (ekstermitas), dan bagian kanan dinding perut ibu teraba keras, panjang, memapan (punggung). Leopold III: bagian terbawah teraba bulat, keras dan melenting (kepala), belum masuk PAP. Leopold IV: tidak dilakukan, DJJ: 140 x/menit, teratur, punctum maksimum: kuadran kanan pertengahan pusat dan simpisis, kandung kemih: kosong. 
       Punggung: lordosis fisiologis. Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak odema, tidak ada kemerahan pada betis, tidak ada varises, refleks patella positif kanan dan kiri.  Pemeriksaan lab: protein urin negatif, glukosa urin negatif  dan Hb 12 gr/dl (pemeriksaan secara digital).

Assessment
                              Ny. S usia 21 tahun G2P1A0 hamil 32 minggu 5 hari janin tunggal hidup punggung kanan presentasi kepala belum masuk PAP.


Planning of Action
Tanggal : 16 November 2016                                   Pukul : 10.45 WIB
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga dapat mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, saat ini keadaan ibu dan janin dalam keadaan baik. TTV TD:  110/70 mmHg, Nadi 84 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu 36,2ºC. DJJ (+) 140 x/menit, kepala belum masuk kedalam jalan lahir, usia kehamilan ibu saat ini ±  32 minggu 5 hari. Pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Memberikan penjelasan kepada ibu tentang keluhan nyeri pada perut bagian bawah yang ibu alami bahwa keluhan yang ibu rasakan saat ini adalah normal, jadi ibu tidak perlu cemas. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan.
3.    Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari bakteri yaitu dengan mandi minimal 2 kali dalam sehari, keramas 1 kali dalam 2 hari dan membersihkan daerah kemaluan dengan cara yang benar yaitu dari arah depan kebelakang dan mengganti celana dalam apabila sudah terasa lembab. Ibu sudah mengerti anjuran bidan.
4.    Memberitahukan pada ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi seperti sayur-sayuran, ikan, telur, hati, daging merah dan tidak ada pantangan makanan. Ibu akan tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi
5.    Memberitahukan pada ibu tanda bahaya pada kehamilan trimester III agar ibu mengetahuinya yaitu pandangan kabur, nyeri abdomen yang hebat, bengkak pada wajah, tangan dan kaki, gerakan janin berkurang, keluar darah yang terus menerus. Apabila ibu merasakan salah satu hal diatas, ibu dianjurkan untuk segera datang ketenaga kesehatan. Ibu telah mengetahui tanda bahaya pada kehamilan.
6.    Menanyakan kepada ibu obat apa yang masih dimilikinya. Lalu memberikan resep pada ibu yaitu kalsium sebanyak 10 tablet diminum 1 kali sehari pada malam hari. Ibu akan menebus obatnya ke apotik dan meminumnya.
7.    Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu kemudian agar memeriksakan kehamilannya yaitu pada tanggal 30 November 2016 atau apabila ada keluhan.  Ibu akan datang kembali untuk kunjungan ulang.
8.    Mendokumentasikan asuhan yang telah diberikan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Dokumentasi telah dilakukan.

     3.1.2            Kunjungan ANC ke-2
Subjektif
Tanggal : 22 November 2016                                   Pukul : 10.00 WIB

Subjektif
Ny. S mengatakan datang ke Puskesmas ingin memeriksakan kehamilannya kembali dan mengeluh mules.

Objektif
Tanggal : 22 November 2016                                   Pukul : 10.10 WIB
       Keadaan umum: baik, kesadaran: compos mentis, keadaan emosional: stabil. Tanda-tanda vital: tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 89 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu 36,2ºC. Berat badan sekarang 54 kg. Mata: simetris, konjungtiva tidak tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Leher: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening. Payudara: simetris, mengalami pembesaran karena kehamilan, tidak ada benjolan, areola hyperpigmentasi, putting susu menonjol, belum ada pengeluaran ASI.
       Abdomen: tidak ada bekas luka dan terdapat striae gravidarum, terdapat linea nigra, TFU 27 cm, TBJ : (27 – 12) x 155 = 2325 gram. Leopold I: pada bagian fundus ibu teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting (bokong). Leopold II: bagian kiri dinding perut ibu teraba bagian terkecil janin (ekstermitas), dan bagian kanan dinding perut ibu teraba keras, panjang, mempan (punggung). Leopold III: bagian terbawah teraba bulat, keras dan tidak melenting (kepala), belum masuk PAP. Leopold IV: tidak dilakukan (kepala belum masuk PAP). DJJ: 138 x/menit, teratur, punctum maksimum: kuadran kanan bawah pusat ibu, kandung kemih: kosong. Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak odema, tidak ada kemerahan pada betis, tidak ada varises, refleks patella positif kanan dan kiri.

Assessment
Ny.S usia 21 tahun G2P1A0 hamil ± 33 minggu 4 hari janin tunggal hidup punggung kanan presentasi kepala belum masuk PAP.

Planning of Action
Tanggal : 22 November 2016                                   Pukul : 10.20 WIB      
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, agar ibu dan keluarga mengetahuinya .TTV TD:  110/70 mmHg, Nadi 89 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu 36,2 ºC. DJJ 138 x/menit, belum masuk PAP, usia kehamilan ibu saat ini ± 33 minggu 4 hari dan pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Memberikan penjelasan kepada ibu tentang keluhan mules-mules yang ibu alami, bahwa keluhan yang ibu rasakan saat ini adalah his/ kontraksi palsu yang berarti normal. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan.
3.    Mengingatkan ibu untuk tetap minum vitamin yang diberikan agar terhindar dari perdarahan dan untuk pertumbuhan janin seperti kalsium sebanyak 10 tablet diminum 1 kali dalam sehari.  Ibu akan tetap minum vitamin yang diberikan.
4.    Mengingatkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi seperti sayur-sayuran, ikan, telur, hati, daging merah dan tidak ada pantangan makanan. Ibu akan tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi.
5.    Mengingatkan ibu tanda bahaya pada kehamilan trimester III agar ibu mengingatnya yaitu pandangan kabur, demam tinggi, keluar cairan ketuban sebelum waktunya, bengkak pada wajah, tangan dan kaki, gerakan janin berkurang, keluar darah yang terus menerus. Jika ada tanda-tanda tersebut diatas untuk segera pergi ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas.  Ibu telah mengetahui tanda bahaya kehamilan dan akan pergi ke pelayanan kesehatan apabila menemui tanda bahaya tersebut.
6.      Menganjurkan  pada ibu untuk mempersiapkan persalinan agar jika saat persalinan sudah siap seperti baju ibu, bedongan bayi, topi, dana serta menentukan siapa pengambil keputusan pada saat persalinan.  Ibu sudah mempersiapkannya.
7.    Memberitahu ibu tanda-tanda bersalin agar ibu mengetahuinya yaitu keluar lendir darah dari kemaluan, adanya mulas-mulas yang teratur, dan keluar cairan ketuban. Jika ibu merasakan tanda-tanda diatas segera periksa ke pelayanan kesehatan.  Ibu telah mengetahui tanda-tanda bersalin dan akan pergi ke pelayanan kesehatan apabila merasakan tanda tersebut.
8.    Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu agar memeriksakan kehamilannya kemudian yaitu pada tanggal 06 Desember 2016 atau apabila ada keluhan.  Ibu akan datang kembali untuk kunjungan ulang.
9.    Mendokumentasikan asuhan yang telah diberikan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat.  Dokumentasi telah dilakukan.
  3.2  Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin
3.2.1        Kala I Fase Aktif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul: 07.00 WIB

Subjektif
Ny. S usia 21 tahun, datang ke Puskesmas Pakuhaji mengatakan mules-mules dan keluar lendir bercampur darah sejak pukul 21.00 WIB.

Objektif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 07.02 WIB
        Keadaan umum: baik, kesadaran: compos mentis, keadaan emosional: stabil. Tanda-tanda vital: tekanan darah 110/60 mmHg, nadi 79 x/menit, pernafasan 22 x/menit, suhu 36,6ºC. Mata: simetris, konjungtiva tidak tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Payudara: simetris, mengalami pembesaran karena kehamilan, tidak ada benjolan, areola hyperpigmentasi, putting susu menonjol, belum ada pengeluaran ASI. Abdomen: tidak ada bekas luka dan terdapat striae gravidarum, terdapat linea nigra, TFU 29 cm, TBJ: (29 – 11) x 155 = 2790 gram. Leopold I: pada bagian fundus teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting (bokong). Leopold II: bagian kiri dinding perut ibu teraba bagian terkecil janin (ekstremitas), dan bagian kanan dinding perut ibu teraba keras, panjang, memapan (punggung). Leopold III: bagian terbawah teraba bulat, keras dan tidak melenting (kepala), sudah masuk PAP. Leopold IV: penurunan kepala 3/5 bagian (divergen), his: 3 x 10 ‘ 40 detik, DJJ: 126 x/menit, teratur, punctum maksimum: kuadran kanan bawah pusat ibu, kandung kemih: ± 150 cc.
        Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak odema, tidak ada kemerahan pada betis, dan tidak ada varises. Anogenital: tidak ada luka parut, tidak ada kutil atau fistul, pemeriksaan dalam: perineum elastis, vulva vagina luas, tidak ada benjolan, portio tebal lunak, pembukaan 4 cm, selaput ketuban utuh, presentasi kepala, penurunan Hodge II.

Assesment
Ny. S usia 21 tahun G2P1A0 hamil ± 36 minggu 2 hari inpartu kala I fase aktif janin tunggal hidup punggung kanan presentasi kepala sudah masuk PAP Hodge II.

Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul 07.10 WIB
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga mengetahui hasil pemeriksaan tekanan darah 110/60 mmHg, nadi 79 x/menit, pernafasan 22 x/menit, suhu 36,6ºC, DJJ 126 x/menit, pembukaan 4 cm. .Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu seperti makan dan minum, agar ibu terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Ibu mau makan dan minum.
3.    Menyarankan kepada suami dan keluarga untuk memberi dukungan agar ibu termotivasi menghadapi proses persalinan.  Keluarga bersedia untuk memberikan dukungan
4.    Mengajari ibu teknik relaksasi agar mengurangi rasa sakit dan ibu lebih tenang, yaitu tarik nafas panjang dari hidung kemudian keluarkan perlahan dari mulut. Ibu mengerti teknik relaksasi
5.    Menyiapkan partus set, hecting set, pakaian bayi, pakaian ibu untuk kebutuhan persalinan. Alat telah disiapkan.
6.    Melakukan observasi kala I untuk memantau keadaan ibu dan janin, observasi telah dilakukan, dengan hasil:



Tabel 3.1 Hasil Observasi Kala 1 Fase Aktif
No
Waktu
TTV
His
DJJ
Hasil PD
Input dan Output
1
07.00 WIB
TD: 110/60 mmHg,Nadi 79 x/menit, R: 22 x/menit, suhu: 36,60C
His 3 x 10’40 detik
126 x/menit
perineum elastis, vulva vagina luas, tidak ada benjolan, portio tebal lunak, pembukaan 4 cm, selaput ketuban utuh, presentasi kepala, penurunan Hodge II

2
07.30 WIB
nadi 80 x/menit
his 4 x 10’45 detik
129 x/menit

Minum: ± 100 cc
3
08.00 WIB
nadi
83 x/m.
his 4 x 10’49 detik
130 x/menit


4
08.30 WIB
nadi 80x/m.
His 4x10’50
128x/ menit


5
08.45 WIB

his 4 x 10’55 detik

perineum elastis, vulva vagina luas, tidak ada benjolan, portio tidak teraba, pembukaan lengkap, selaput ketuban utuh, presentasi kepala, penurunan hodge III+.


7.    Mendokumentasikan asuhan yang telah di berikan dan melakukan pemantauan menggunakan partograf. Dokumentasi dan pemantauan partograf telah dilakukan.

3.2.2        Kala II
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 08.45 WIB

Subjektif
Ibu mengatakan mulas semakin sering dan kuat, ingin meneran sepeti BAB keras

  Objektif
  Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 08.45 WIB
        Keadaan umum: baik, kesadaran: composmentis, his 4 x 10’55 detik. Terlihat tanda dan gejala kala II yaitu dorongan meneran, tekanan pada anus, perineum menonjol, dan vulva membuka, pemeriksaan dalam : perineum elastis, vulva vagina luas, tidak ada benjolan, portio tidak teraba, pembukaan 10 cm, selaput ketuban pecah secara amniotomi pukul 08.50 WIB jernih, bau khas, ± 150 cc, presentasi kepala, penurunan Hodge III+.

  Assesment
          Ny. S usia 21 tahun G1P0A0 tahun G2P1A0 hamil ± 36 minggu 2 hari inpartu kala II janin tunggal hidup punggung kanan presentasi kepala sudah masuk PAP Hodge III+.

Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                        Pukul : 08.56 WIB
1.      Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa pembukaan sudah lengkap, agar ibu dan keluarga mengetahuinya. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.      Memberitahu ibu cara meneran yang baik agar proses persalinan berjalan dengan lancar, yaitu posisi dorsal recumben, tangan dipergelangan kaki, padangan keperut, mata terbuka, gigi merapat, meneran sepeti BAB keras, meneran ketika ada his. Ibu mengetahui cara meneran yang baik.
3.      Memberitahu ibu bahawa ibu sudah boleh meneran ketika his atau mulas yang kencang seperti BAB. Ibu telah mengerti.
4.         Menganjurkan ibu untuk memilih pendamping persalinan sesuai keinginan ibu agar ibu tetap merasa tenang dan aman.  Ibu memilih suami dan keluarga untuk menemaninya.
5.         Menganjurkan ibu dan keluarga menyiapkan pemenuhan hidrasi, ketika tidak terasa mulas ibu dianjurkan minum agar ibu mendapat tambahan tenaga dan tidak lemas.  Keluarga menyiapkan teh manis untuk ibu.
6.         Mendekatkan peralatan persalinan agar mempermudah pada saat pertolongan persalinan, seperti: partus set, hecting set, resusitasi dan obat-obatan kedekat pasien, dan menyiapkan duk steril ketika kepala sudah terlihat didepan vulva.  sudah menyiapkan alat partus.
7.         Memakai perlengkapan untuk menolong persalinan agar terhindar dari percikan darah dan cairan lain dan sebagai perlindungan diri.  Perlengkapan persalinan sudah dipakai.
8.         Membimbing ibu meneran saat ada kontraksi dan memberikan asupan hidrasi saat disela-sela his, agar ibu ada tenaga untuk meneran.  Ibu mau minum teh manis.
9.         Menolong persalinan dengan cara meletakan tangan di perineum dialasi duk ketika kepala bayi 5-6 cm didepan vulva, tangan kiri berada diatas untuk mengarahkan kepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal setelah kepala bayi keluar, periksa lilitan tali pusat di leher bayi, dan menunggu putaran paksi luar, pegang kepala bayi biparietal lahirkan bahu anterior lalu bahu posterior, setelah lahir tangan kiri menyusuri badan bayi (sangga susur) untuk melahirkan seluruh tubuh bayi.  Pertolongan persalinan telah dilakukan dan bayi  lahir pukul 09.00 WIB, spontan, jenis kelamin laki-laki.
10.     Melakukan penilaian sepintas sambil mengeringkan tubuh bayi agar bayi tidak hipotermi, bayi menangis kuat, tonus otot aktif, warna kulit kemerahan. Penilaian sepintas telah dilakukan.
11.     Mengucapkan selamat kepada ibu atas kelahiran perempuannya. Ibu senang dengan kelahiran bayinya.

3.2.3        Kala III
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 09.01 WIB

Subjektif
        Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan masih merasa mulas.

Objektif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 09.02 WIB
        Keadaan umum: baik, kesadaran: composmentis. Bayi lahir spontan pukul 09.00 WIB, menangis kuat, tonus otot aktif, warna kulit kemerahan. Jenis kelamin laki-laki. Terdapat tanda pelepasan plasenta yaitu ada semburan darah tiba-tiba, tali pusat memanjang.

Assessment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 partus kala III




Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                        Pukul : 09.03 WIB
1.      Melakukan pemeriksaan janin kedua untuk memastikan hanya terdapat satu bayi yang dilahirkan. Tidak ada janin kedua
2.      Menyuntikan oksitosin 10 unit secara IM di 1/3 bagian paha ibu untuk membantu kontraksi rahim. Ibu telah disuntik.
3.      Melakukan pemotongan dan pengikatan tali pusat dengan cara memasang klem pada sekitar 3cm dari pusat bayi kemudian klem tali pusat 2 cm dari klem pertama, lakukan pemotongan dan pengikatan tali pusat. Telah dilakukan pemotongan dan pengikatan tali pusat.
4.      Melakukan peregangan tali pusat terkendali (PTT) untuk melahirkan plasenta yaitu jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm dari vulva lalu tali pusat diregangkan sejajar dengan lantai kemudian ke arah atas mengikuti poros jalan lahir, sementara tangan kiri di atas simpisis melakukan tekanan dorso-kranial. PTT telah dilakukan.
5.      Melahirkan plasenta setelah plasenta terlihat di vulva agar plasenta segera lahir yaitu memegang plasenta dengan kedua tangan dan memutar searah dengan jarum jam. Plasenta lahir spontan pukul 09.10  wib.
6.      Melakukan masase uterus selama 15 detik agar kontraksi uterus baik sehingga tidak terjadi perdarahan. Masase uterus telah dilakukan.
7.      Memeriksa kelengkapan plasenta untuk memastikan tidak ada sisa plasenta yang tertinggal di uterus, yaitu kotiledon lengkap, diameter ± 17 cm, tebal ± 3 cm, panjang tali pusat ± 42 cm, selaput amnion dan korion utuh, insersi ditepi. Plasenta lahir lengkap  dan utuh.


3.2.4        Kala IV
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 09.11 WIB

Subjektif
Ibu mengatakan lelah dan masih merasa mulas

Objektif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 09.12 WIB
        Keadaan umum: baik, kesadaran: composmentis. Plasenta lahir pukul 09.10 WIB, kotiledon lengkap, diameter ± 17 cm, tebal ± 3 cm, panjang tali pusat ± 42 cm, selaput amnion dan korion utuh, insersi ditepi. TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi baik, konsistensi: keras, kandung kemih kosong, perdarahan ± 150 cc.

Assessment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 partus kala IV

Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 09.15 WIB
1.   Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa plasenta (ari-ari) telah lahir lengkap agar ibu dan keluarga mengetahuinya. Ibu dan keluarga telah mengetahuinya.
2.   Membersihkan dan menggantikan ibu dengan pakaian bersih dan kering agar ibu merasa nyaman. Ibu telah dibersihkan dan digantikan bajunya.
3.   Memeriksa kontraksi uterus dan memeriksa adanya laserasi atau robekan jalan lahir untuk memastikan kontraksi uterus baik dan tidak adanya laserasi yang menyebabkan perdarahan. Terdapat laserasi grade 1 dan dilakukan penjahitan laserasi perineum. Telah dilakukan pemeriksaan kontraksi uterus dan laserasi atau robekan jalan lahir.
4.   Mengajarkan pada ibu dan keluarga cara masase uterus agar uterus dapat berkontraksi dengan baik dan mencegah perdarahan dengan mengusap uterus searah jarum jam menggunakan telapak tangan. Bila perut teraba keras berarti kontraksi uterus baik tidak terjadi perdarahan dan jika perut teraba lembek berarti kontraksi jelek dapat menyebabkan perdarahan. Ibu dan keluarga telah mengetahui cara masase uterus.
5.   Membersihkan alat-alat bekas pakai agar tidak terkontaminasi dengan bakteri dan dapat dipakai kembali, caranya yaitu dengan merendam kedalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit setelah itu bilas dibawah air mengalir dengan menggunakan sarung tangan rumah tangga. Alat-alat bekas pakai sudah dibersihkan.
6.   Memberikan terapi oral, terapi yang diberikan yaitu antibiotik 1 tablet untuk mencegah infeksi, paracetamol 1 tablet untuk mengurangi nyeri. Terapi oral telah diberikan.
7.   Memberitahukan kepada ibu untuk tidak menahan buang air besar atau buang air kecil agar tidak menghalangi kontraksi uterus dan tidak terjadi atonía uteri. Ibu sudah mengerti penjelasan bidan.
8.         Memberitahukan  pada ibu untuk makan dan minum agar terpenuhi nutrisinya dan mendapat tenaga kembali. Ibu telah diberi makan dan minum.
9.         Menganjurkan ibu untuk mobilisasi setelah 2 jam melahirkan untuk miring kearah kiri dan kanan agar tidak terjadi kram, kemudian coba untuk duduk jika tidak terasa pusing maka ibu dapat mencoba turun dari tempat tidur. ibu dapat melakukan mobilisasi dengan miring kanan dan kiri.
10.     Melakukan observasi kala IV agar dapat memantau keadaan ibu setelah melahirkan, observasi yang dilakukan yaitu observasi tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, kandung kemih dan perdarahan tiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. Observasi dilakukan telah dilakukan dengan hasil:

Tabel 3.1 Pemantauan Persalinan kala IV

Jam ke
Waktu
Tekanan darah
Nadi
Suhu
TFU
Kontraksi
Kandung kemih
Perdarahan
I
09.25
100/60
80
37,0
2 JBP
Baik
Kosong
± 10
09.40
100/70
80

2 JBP
Baik
Kosong
± 10
09.55
110/70
79

2 JBP
Baik
Kosong
± 5
10.10
100/70
79

2 JBP
Baik
Kosong
± 5


II
10.40
110/70
79
36,7
2 JBP
Baik
Kosong
± 5
11.10
110/70
80

2 JBP
Baik
± 150 cc
± 5
Keterangan: JBP = jari bawah pusat.

11.     Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Dokumentasi telah dilakukan.

    3.3     Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
3.3.1        Kunjungan I (6 jam)
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 17.10 WIB

Subjektif
Ibu merasa mulas dan lelah setelah melahirkan

Objektif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 17.16 WIB
        Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, keadaan emosional stabil. Tanda-tanda vital: tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 79 x/menit, pernafasan 19 x/menit, suhu 36,5  0C. Mata: simetris, konjungtiva tidak tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Payudara: simetris, tidak ada benjolan, areola: hyperpigmentasi, putting susu menonjol, pengeluaran ASI colostrum. Abdomen: tidak ada bekas luka operasi, TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi baik, kekuatan sedang, konsistensi keras. Vulva-vagina: tidak ada tanda-tanda infeksi, luka jahitan bagus, pengeluaran lochea rubra, warna: merah segar, konsistensi kental, volume sudah ganti pembalut 1 kali sebanyak 2 buah, bau khas. Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak odema, tidak ada kemerahan pada betis, tidak ada varises. Sudah BAK 2 kali, belum BAB. Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

Assesment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 postpartum 6 jam

Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                            Pukul 19.20 WIB
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga agar ibu mengetahui keadaannya baik dengan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 79 x/menit, pernafasan 19 x/menit, suhu 36,5  0C. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Memberitahukan pada ibu bahwa mules yang ibu rasakan itu adalah normal, agar ibu tidak cemas dan menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga ibu. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh bidan.
3.    Memberitahukan pada ibu untuk meminum terapi yang diberikan yaitu antibiotik diminum 3 kali dalam sehari untuk mencegah infeksi, paracetamol diminum 3 kali dalam sehari untuk mengurangi dan vitamin B komplek diminum 1 kali dalam sehari untuk vitamin ibu. Ibu telah minum terapi yang telah bidan berikan.
4.      Memberitahukan kepada ibu  cara menyusui yang baik dan benar pada saat menyusui agar ibu nyaman, yaitu: ibu dalam keadaan tenang, posisi ibu duduk atau sambil berbaring, sebelum menyusui bayi oleskan sedikit ASI ke putting dan sekitar bagian hitam ke payudara sebelah kiri dan kanan, putting sampai sekitar bagian hitam berada di dalam mulut bayi. Usahakan hidung bayi tidak tertutup oleh payudara. Ibu dapat melakukan cara menyusui yang baik dan benar.
5.      Memberitahukan pada ibu untuk menjaga kehangatan bayi agar bayi terhindar dari hipotermi yaitu dengan cara membedongnya atau menyelimutinya. Ibu sudah mengetahuinya.
6.      Mengingatkan kembali pada ibu untuk tidak menahan rasa ingin BAK dan BAB untuk mencegah infeksi dan perdarahan. Ibu mengerti dan tidak akan menahan rasa ingin BAK dan BAB.
7.      Memberitahukan pada ibu bahwa ibu dianjurkan untuk kunjungan ulang 1 minggu pada tanggal 18 Desember 2016 atau jika ibu merasakan ada keluhan. Ibu akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu pada tanggal 18 Desember 2016 atau jika ibu merasakan keluhan.
8.      Mendokumentasikan hasil kegiatan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan.

3.3.2        Kunjungan II pada Ibu Nifas (1 Minggu)
Tanggal : 18 Desember 2016                        Pukul : 09.00 WIB

Subjektif
        Ny. S mengatakan ingin kontrol jahitan perineum, tidak ada keluhan. Ibu mengatakan tali pusat bayi puput tanggal 17 Desember 2016 pada pagi hari. Ibu mengatakan sudah pernah BAB.




Objekif
Tanggal : 18 Desember 2016                        Pukul : 09.10 WIB
        Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, keadaan emosional stabi. Tanda-tanda vital, tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 82 x/menit, pernafasan 18 x/menit, suhu 360C. Muka tidak ada oedema, dan tidak pucat. Mata: simetris, konjungtiva tidak tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Leher: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening. Payudara: simetris, tidak ada benjolan, areola hyperpigmentasi, putting susu menonjol, pengeluaran ASI transisi. Abdomen: TFU pertengahan pusat simfisis, kontraksi baik, kekuatan sedang, konsistensi keras, kandung kemih kosong. Vulva-vagina: tidak ada tanda-tanda infeksi, luka jahitan bagus, pengeluaran lochea serosa, warna: merah berisi darah dan lendir, konsistensi cair, volume ± 5 cc, bau khas. Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak ada odema, tidak ada kemerahan pada betis. Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

Assessment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 postpartum 1 minggu

Planning of Action
Tanggal : 18 Desember 2016                                    Pukul : 09.30 WIB
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu dalam keadaan baik dengan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi: 82 x/menit, pernafasan 18 x/menit, suhu 360C. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang seperti telur, hati, ikan gabus karena baik dalam percepatan penyembuhan luka perineum. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan akan mengikuti saran dari bidan.
3.      Mengingatkan kepada ibu  cara menyusui yang baik dan benar agar ibu nyaman pada saat menyusui, yaitu:  ibu dalam keadaan tenang, posisi ibu duduk atau sambil berbaring, sebelum menyusui bayi oleskan sedikit ASI ke putting dan sekitar bagian hitam ke payudara sebelah kiri dan kanan, putting sampai ke sekitar bagian hitam berada di dalam mulut bayi. Usahakan hidung bayi tidak tertutup oleh payudara. Ibu dapat melakukan cara menyusui yang baik dan benar.
4.      Memberitahukan pada ibu untuk memberikan ASI saja pada bayinya tanpa tambahan apapun sampai umur bayi 6 bulan (ASI ekslusif) karena dengan ASI saja kebutuhan bayi sudah sangat tercukupi. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan mengatakan akan memberikan ASI saja pada bayinya.
5.      Mengingatkan kembali tanda bahaya nifas agar ibu dapat waspada, yaitu demam tinggi perdarahan pervaginam banyak dan berbau busuk, nyeri perut, bengkak pada wajah dan kaki, payudara membengkak.  Ibu telah mengetahui tanda bahaya nifas dan dapat menyebutkan kembali dengan benar.
6.      Memberitahukan pada ibu untuk menjaga kebersihan diri yaitu mandi 2 kali sehari, pagi dan sore serta membersihkan daerah kelaminnya setelah BAK ataupun BAB, mengganti pembalut minimal 2 kali sehari atau jika sudah terasa tidak nyaman. Ibu akan mandi setiap hari dan membersihkan daerah kelaminnya.
7.      Memberitahukan jadwal kunjungan ulang pada tanggal 22 Desember 2016 untuk memeriksakan kembali keadaan ibu. Ibu mengatakan akan kunjungan ulang pada tanggal 22 Desember 2016.
8.      Mendokumentasikan hasil kegiatan dalam bentuk SOAP. Pendokumentasian telah dilakukan.



3.3.3        Kunjungan III pada Ibu Nifas  (1 minggu 4 hari)
Tanggal : 22 Desember 2016                                    Pukul : 09.00 WIB

Subjektif
        Ny. S mengatakan ingin kontrol ulang dan mengeluh pusing karena kurang tidur pada malam hari.

Objektif
Tanggal : 22 Desember 2016                                    Pukul 09.05 WIB
        Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, keadaan emosional stabil. Tanda-tanda vital, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 85 x/menit, pernafasan 21 x/menit, suhu 36,8  0C. Muka: tidak ada oedema dan tidak pucat. Mata: simetris, konjungtiva tampak pucat, sklera tidak tampak kuning. Payudara: simetris, tidak ada benjolan, areola hyperpigmentasi, tidak ada lecet, putting susu menonjol, pengeluaran ASI matur. Abdomen: tidak ada bekas luka operasi, TFU tidak teraba, kandung kemih teraba kosong dan tidak ada nyeri tekan. Vulva-vagina: tidak ada tanda-tanda infeksi, luka jahitan bagus, pengeluaran lokea alba. Ekstermitas atas: tidak odema, tidak nyeri mengenggam, tidak pucat. Ekstermitas bawah: tidak odema, tidak ada kemerahan pada betis, dan tidak ada varises. Refleks patella positif kanan dan kiri. Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

Assessment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 postpartum 1 minggu 4 hari.

Planning of Action
Tanggal : 24 Desember 2016                                    Pukul : 09.30 WIB
1.    Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga agar ibu mengetahui keadaannya baik dengan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 85 x/menit, pernafasan 21 x/menit, suhu 36,8  0C. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.      Menyarankan pada ibu untuk mengatur pola istirahatnya agar tidak pusing lagi karena kurang tidur yaitu tidur siang selama 1 jam dan pada malam hari ± 8 jam atau tidur ketika bayi tidur. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan.
3.      Mengingatkan kepada ibu untuk memberikan ASI saja pada bayinya tanpa tambahan apapun sampai umur bayi 6 bulan (ASI ekslusif) karena dengan ASI saja kebutuhan bayi sudah sangat tercukupi. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan mengatakan akan memberikan ASI saja pada bayinya.
4.      Mengingatkan kembali tanda bahaya nifas agar ibu dapat waspada, yaitu demam tinggi perdarahan pervaginam banyak dan berbau busuk, nyeri perut, bengkak pada wajah dan kaki, payudara membengkak. Ibu telah mengetahui tanda bahaya nifas dan dapat menyebutkan kembali dengan benar.
5.      Mengingatkan ibu untuk menjaga kebersihan diri yaitu mandi 2 kali sehari, pagi dan sore serta membersihkan daerah kelaminnya setelah BAK ataupun BAB. Ibu akan mandi setiap hari dan membersihkan daerah kelaminnya.
6.      Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang pada tanggal 19 Januari 2017 atau jika ibu merasakan ada keluhan. Ibu akan datang untuk kunjungan ulang 4 minggu kemudian pada tanggal 19 Januari 2017 atau jika ibu merasakan keluhan.
7.      Mendokumentasikan hasil kegiatan dalam bentuk SOAP agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan.






3.3.4        Kunjungan IV pada Ibu Nifas (6 minggu)
Tanggal : 19 Januari 2017                             Pukul : 10.55 WIB

Subjektif
        Ibu mengatakan pusing karena suka bangun pada malam hari yang disebabkan bayi menangis. Ibu juga mengatakan bahwa bayinya sudah diimunisasi BCG pada tanggal 12 Januari 2017 di posyandu.

Objektif
Tanggal : 19 Januari 2017                             Pukul :10.56 WIB
        Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, kedaan emosional stabil. Tanda-tanda vital, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 93 x/menit, pernafasan 19 x/menit, suhu 36,5 0C. Mata: konjungtiva pucat, sklera tidak kuning. Payudara: simetris, tidak ada benjolan, terdapat pengeluaran ASI matur, tidak terdapat lecet pada putting susu. Abdomen: TFU normal, tidak ada pembengkakan, tidak nyeri tekan. Anogenital: tidak ada tanda-tanda infeksi, pengeluaran loche alba, warna putih, bau khas. Ekstermitas tidak edema, tidak ada kemerahan pada betis, tidak ada varises, refleks patella positif kanan dan kiri.

 Assessment
Ny. S usia 21 tahun P2A0 postpartum 6 minggu.

Planning of Action
Tanggal : 19 Januari 2017                             Pukul 11.00 WIB
1.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan agar ibu mengetahuinya tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 93 x/menit, pernafasan 19 x/menit, suhu 36,5 0C. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan.
2.      Mengingatkan kembali pada ibu untuk beristirahat pada siang hari sekitar 1-2 jam untuk mengurangi rasa pusing apabila sering terbangun pada malam hari. Dan disarankan untuk beristirahat ketika bayi sedang tidur. Ibu mengerti dan akan melakukannya.
3.      Mengingatkan ibu untuk tetap memberikan bayinya ASI secara ekslusif selama 6 bulan, agar bayi tercukupi kebutuhan nutrisi nya dan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi. Ibu akan tetap menyusui bayinya secra ekslusif.
4.      Mengingatkan ibu untuk menjaga kebersihan diri yaitu mandi 2 kali sehari, pagi dan sore serta membersihkan daerah kelaminnya setelah BAK ataupun BAB. Ibu akan mandi setiap hari dan memebersihkan daerah kelaminnya.
5.         Memberikan konseling tentang KB agar ibu dapat memilih alat kontrasepsi sesuai keinginan dan kebutuhan yaitu suntik, implant ataupun IUD yang dapat dilakukan pada tanggal 26 Januari 2017. Ibu mengerti konseling yang diberikan dan ibu memilih untuk menggunakan kb suntik.
6.         Mendokumentasikan asuhan yang diberikan dalam bentuk SOAP agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan

    3.4     Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
3.4.1        Kunjungan I pada Bayi Baru Lahir  (6 jam)
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul 18.00 WIB

Subjektif
Nama bayi       : By. Ny. S
Umur               : 6 jam
Tanggal/jam lahir      : 11 Desember 2016,  Pukul 09.00 WIB
Jenis kelamin     : Laki-laki
        Ibu mengatakan tidak ada keluhan pada bayinya. Bayi dapat menyusu.

Objektif
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul 18.10 WIB
        Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis. Tanda-tanda vital: Heart Rate (HR) 138 x/menit, pernapasan 45x/menit, suhu: 36,50C. Pemeriksaan antropometri: BB lahir: 2500 gr, PB: 46 cm. Lingkar kepala: 33 cm, lingkar dada: 34 cm. Pemeriksaan fisik secara sistematis: kepala simetris, tidak ada benjolan, ubun-ubun kecil dan ubun-ubun besar teraba datar, tidak ada penyusupan, tidak ada kelainan. Muka: tampak simetris, tidak ada kelainan pada wajah, Mata: tampak simetris kanan dan kiri, sejajar, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning. Telinga: tampak simetris kanan dan kiri, sejajar dengan mata, terdapat satu lubang pada masing-masing telinga, telinga terbentuk sempurna. Hidung: terdapat septum yang membagi dua lubang hidung, bersih, tidak ada kelainan. Mulut tampak simetris, mukosa berwarna merah muda, tidak ada kelainan, tidak terdapat gigi, palatum utuh.
        Leher: tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening, tidak ada kelainan pada leher dan gerakan tidak terbatas. Dada: putting susu tampak simetris kanan dan kiri, sejajar, dinding dada dan abdomen bergerak bersamaan saat bayi bernapas, tidak ada fraktur klavikula. Abdomen: tampak simetris, tidak ada pembengkakan, tali pusat berwarna putih kebiruan, tali pusat tidak mengalami bengkak, tidak bernanah, tidak berbau, tidak ada perdarahan pada tali pusat. Genitalia: terdapat penis dan lubang penis, ada skrotum. Kaki dan tungkai simetris kanan dan kiri, bergerak normal, tidak ada kelainan, terdapat tanda lahir di kaki sebelah kiri. Punggung tidak mengalami kelainan tulang punggung. Pada anus terdapat lubang dan tidak kemerahan. Pada kulit tampak kemerahan.
        Refleks rooting positif ditandai dengan bayi menoleh kearah stimulus ketika disentuh bagian tubuh bayi oleh pemeriksa, refleks suckling positif ditandai dengan bayi menyusu dengan baik ketika disusui, refleks swallowing positif ditandai dengan bayi menelan dengan baik ketika menyusu, refleks graphs positif ditandai dengan bayi menggenggam kuat jari pemeriksa ketika jari diletakan ditelapak tangan bayi, refleks moro positif ditandai dengan bayi abduksi bahu dan ekstensi lengan, refleks stapping positif ditandai dengan bayi seperti berjalan ketika diletakan pada meja yang datar, refleks tonick neek postif ditandai dengan bayi menoleh kearah sebelumnya ketika pemeriksa mengarahkan bayi pada posisi yang berlawanan, refleks babinsky positif ditandai dengan bayi abduksi jari ketika pemeriksa menyentuh telapak kaki bayi. Eliminasi: miksi sudah pada tanggal 11 Desember 2016 pukul 17.00 WIB, warna: jernih. Mekonium sudah tanggal 11 Desember 2016 pukul 17.00 WIB, warna hijau kehitaman. Bayi telah di suntik vitamin K 0,5 cc secara IM pada paha sebelah kiri dan telah diberikan salep mata pada satu jam setelah lahir.

Assessment
By. Ny. S usia 9 jam neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan

Planning of Action
Tanggal : 11 Desember 2016                                    Pukul : 18.30 WIB
1.         Menginformasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada ibu dan keluarga bahwa bayi dalam keadaan baik, agar ibu dan keluarga mengetahuinya. Heart Rate (HR) 138 x/menit, RR 45 x/menit, suhu: 35,60C. Pemeriksaan antopometri: BB lahir: 2500 gr, PB: 46 cm, JK: laki-laki. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.         Menjaga kehangatan tubuh bayi untuk mencegah hipotermi dengan cara membedong, memeluknya, dan segera mengganti pakaian yang basah bayi dengan kain yang hangat dan lembut, menyelimuti tubuh bayi, dan menutupi bagian kepala bayi dengan topi. Bayi terjaga kehangatannya dan tidak hipotermi.
3.         Melakukan perawatan tali pusat agar tidak terjadi infeksi, yaitu dengan cara tali pusat dibungkus dengan kassa steril. Kassa tidak dibubuhi alkohol ataupun betadin. Bayi sudah dilakukan perawatan tali pusat.
4.         Membantu ibu dalam membersihkan bayinya agar bayi merasa nyaman seperti mengganti popok bayi apabila basah dan kotor. Bayi sudah diganti popok dan bayi sudah merasa nyaman.
5.         Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu pada tanggal 18 Desember 2016 atau jika ibu merasakan ada keluhan. Ibu akan datang untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian pada tanggal 18 Desember 2016 atau jika ibu merasakan keluhan.
6.      Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan.

3.4.2        Kunjungan II pada Bayi Baru Lahir  (7 hari)
Tanggal : 18 Desember 2016                                    Pukul : 09.20 WIB

Subjektif
Ibu mengatakan tidak ada keluhan apapun pada bayinya.

Objektif
Tanggal : 18 Desember 2016                                    Pukul 09.25 WIB
     Keadaan umum baik. Heart rate 147 x/menit, pernapasan 44 x/menit, suhu 36,70C. tidak ada tanda-tanda infeksi pada tali pusat. Anogenital terlihat bersih. Kulit tampak kemerahan, tidak tampak kuning, tidak ada bercak mongol, refleks suckling positif ditandai dengan bayi menyusu dengan baik ketika disusui, refleks swallowing positif ditandai dengan bayi menelan dengan baik ketika menyusu.

Assessment
By. Ny. S usia 1 minggu neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan

Planning of Action
Tanggal : 18 Desember 2016                                    Pukul : 09.30 WIB
1.      Menginformasikan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga mengetahui keadaan bayinya yaitu: HR 147 x/menit, pernapasan 44 x/menit, suhu 36,70C bahwa bayi dalam keadaan baik.  Ibu dan suaminya sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
2.    Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya tanpa diberi tambahan makanan apapun (ASI ekslusif) selama 6 bulan agar bayi terpenuhi kebutuhan nutrisi, untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi . Bayi mau menyusui dengan baik dan ibu akan memberikan ASI secara ekslusif.
3.    Mengingatkan ibu untuk menjaga kehangatan tubuh bayi untuk mencegah hipotermi dengan cara membedong, memeluknya, dan segera mengganti pakaian yang basah bayi dengan kain yang hangat dan lembut, menyelimuti tubuh bayi, menutupi bagian kepala bayi dengan topi. Bayi terjaga kehangatannya dan tidak hipotermi.
4.    Mengingatkan ibu dan keluarga cara perawatan tali pusat agar tidak terjadi infeksi, yaitu dengan cara tali pusat dibungkus dengan kassa steril. Kassa tidak dibubuhi alkohol ataupun betadin. Ibu dan keluarga mengetahui cara Perawatan tali pusat.
5.    Mengingatkan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi agar ibu mengetahuinya seperti tidak dapat menyusu, kejang, mengantuk atau tidak sadar, napas cepat (>60x/menit), merintih, retraksi dinding dada bawah, sianosis sentral. Ibu telah mengetahui tanda-tanda bahaya pada bayi.
6.    memberitahukan pada ibu untuk kunjungan ulang tanggal 22 Desember 2016 untuk memeriksakan bayinya. Ibu mengerti dan akan melakukannya
7.    Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan.

3.4.3        Kunjungan III pada Bayi Baru Lahir (11 hari)
Tanggal : 22 Desember 2016                                    Pukul : 14.00 WIB

Subjektif
Ibu mengatakan tidak ada keluhan pada bayi.          
Objektif
Tanggal : 22 Desember 2016                        Pukul : 14.01 WIB
        Keadaan umum baik. Heart rate 142 x/menit, pernapasan 39 x/menit, suhu 36,50C. bayi terlihat sehat dan aktif, bayi tidak kuning, tidak ada kelainan apapun. Kulit tampak kemerahan, tidak tampak kuning, tidak ada bercak mongol, refleks suckling positif ditandai dengan bayi menyusu dengan baik ketika disusui, refleks swallowing positif ditandai dengan bayi menelan dengan baik ketika menyusu.

Assessment
By. Ny. S usia 11 hari neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan

Planning of Action
Tanggal : 22 Desember 2016                        Pukul 14.15 WIB
1.         Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan agar ibu mengetahuinya yaitu HR 142 x/menit, pernapasan 39 x/menit, suhu . 36,50C. Ibu sudah mengerti penjelasan yang diberikan.
2.      Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya tanpa diberi tambahan makanan apapun (ASI ekslusif) selama 6 bulan agar bayi terpenuhi kebutuhan nutrisi, untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi . Bayi mau menyusui dengan baik dan ibu akan memberikan ASI secara ekslusif.
3.      Mengingatkan ibu untuk menjaga kehangatan tubuh bayi untuk mencegah hipotermi dengan cara membedong, memeluknya, dan segera mengganti pakaian yang basah bayi dengan kain yang hangat dan lembut, menyelimuti tubuh bayi, dan menutupi bagian kepala bayi dengan topi. Bayi terjaga kehangatannya dan tidak hipotermi.
4.      Mengingatkan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi agar ibu mengetahuinya seperti tidak dapat menyusu, kejang, mengantuk atau tidak sadar, napas cepat (>60x/menit), merintih, retraksi dinding dada bawah, sianosis sentral. Ibu telah mengetahui tanda-tanda bahaya pada bayi.
5.         Memberitahu ibu untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan bayinya dengan membawa bayi ke Posyandu/ BPS/ Puskesmas untuk ditimbang setiap bulannya.  Ibu mengerti dan akan melakukannya.
6.         Menganjurkan ibu untuk melakukan imunisasi BCG (Bacilli Calmette Guerin) pada bayinya untuk mencegah penyakit tuberculosis ketika usia bayi 1 bulan sampai dengan < 3 bulan pada tanggal 12 Januari 2017. Ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan.
7.      Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam bentuk SOAP, agar asuhan yang diberikan tercatat. Pendokumentasian telah dilakukan.








Comments

Popular posts from this blog